Euro 2022: Leah Williamson menyebut Inggris vs Jerman sebagai final impian karena bos Sarina Wiegman mengatakan Lionesses tidak takut pada siapa pun

Sarina Wiegman berkata Lionesses tidak takut di siapa saja di saat kapten Inggris Leah Williamson menambah: “Ane pikirkan di saat kami memandang kembali kontes ini keseluruhannya, kami serius mengawali suatu hal serta ane pikirkan esok merupakan awal mula dari itu. Ane mau ini jadi yang terunggul. mulai, ane mau ini jadi pertanda buat hari depan.”

Kapten Inggris Leah Williamson melukiskan final Euro 2022 hari Minggu menentang Jerman jadi “laga dongeng” – serta yang ia percayai “bukan akhirnya dari suatu perjalanan akan tetapi awal mula dari seperjalanan”.

Perebutan sepak bola bertingkat di antara ke-2  negara bersambung dengan perlawanan di Wembley yang terjual habis.

The Lionesses cari buat menyelamatkan perak besar pertama kali di dalam peristiwa mereka, sementara Jerman, club paling berhasil laga, punya tujuan buat gelar Euro ke-9.

Williamson bercakap: “Ane pikirkan ini merupakan cerita yang baik untuk kamu. Terang, ini merupakan kejadian dongeng, dengan peristiwa di belakangnya.

“Ane pikirkan perjalanan yang kami berdua lewati, Anda punyai dua club yang punyai kontes terunggul di final, yang disebut soal terunggul. Ane pikirkan ini yang kami harap, buat menentang club. mainkan sepakbola terunggul mereka, serta untungnya kami mainkan sepakbola kami.”

Williamson lantas bercakap secara luas di saat diberikan pertanyaan perihal besarnya apakah artinya buat Inggris buat menang di hari Minggu.

Bek Arsenal berkata: “Ane pikirkan apa yang udah kita saksikan di kontes ini merupakan jika ini bukanlah cuman perombakan buat sepak bola wanita akan tetapi orang untuk beberapa umumnya, bagaimana kita diliat, serta ane pikirkan esok tidak akhir. dari suatu perjalanan namun awal mula dari suatu perjalanan.

“Pastilah pekerjaan ane merupakan keluar waktu 90 menit buat main serta menang, akan tetapi ane pikirkan di saat kami memandang kembali kontes ini keseluruhannya, kami serius mengawali suatu hal serta sama yang ane ungkapkan, ane pikirkan esok merupakan awal mula dari itu. mau ini jadi awal mula, ane mau ini jadi pertanda buat hari depan.”

Ia menambah: “Ane cuman pernah ikut serta dalam tempat kerja ini, akan tetapi ane pikirkan di kebanyakan tempat kerja di pelosok dunia, wanita masih punyai beberapa perlawanan kembali yang penting dijumpai serta coba dikerjakan.

Serta ane pikirkan buat tiap-tiap keberhasilan yang kita, serta buat tiap-tiap perombakan penilaian atau pengertian, atau buka mata seorang yang melihat wanita jadi seorang yang sama dengan teman prianya, ane pikirkan itu lakukan perubahan dalam masyarakat.

“Ane pikirkan itu pesan yang kuat. Di lingkungan yang rata-rata dimonopoli lelaki, cara yang kami mengambil ini bisa beresiko kesegala orang dalam nilai yang makin luas.”

Suatu rekor datangnya buat tiap-tiap laga Euro, wanita ataupun pria, bisa dikukuhkan esok, serta Williamson bercakap: “Ane pikirkan ini berasa tidak bisa dijangkau buat saat yang sangatlah lama. Beberapa orang yang udah ada sebelumnya ane harus bertarung.

“Ane pikirkan itu moment refleksi yang baik, jika bakal ada demikian banyak orang-orang yang penuhi stadion itu dengan ketertarikan di sepak bola wanita, yang punyai peluang buat lihatnya lantaran udah ada, lantaran belumlah lama ini bukanlah itu kasusnya..”

10 tahun lalu, 70.000 orang datang di Wembley buat lihat club wanita Inggris Raya kalahkan Brasil di Olimpiade London.

Williamson, yang mengunjungi laga itu jadi pecinta, berkata: “Ane pikirkan esok bisa jadi moment lain sesuai itu. Menakjubkan itu terjadi serta ane pikirkan ketidakberhasilannya setelah itu, kami mengharapkan bukan itu yang terjadi sehabis kontes ini.

“Kami jangan kekurangan ketertarikan waktu kontes ini lantaran kontes ini kalahkan maksud dari semuanya yang udah kami jangkau waktu enam minggu akhir ini.”

admin

admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *